Monday, September 22, 2008

Pornografi Apa?

[translated from the previous post, to help push an issue - I think we all should write our opinions on this issue.]

Kadang-kadang menarik untuk membaca artikel dari website berita asing yang membahas kejadiaj-kejadian di Indonesiaseperti disahkannya RUU Pornografi. Yang tersirat dari artikel tersebut adalah wartawan yang menulisnya sedang geleng-geleng kepala dan berkata, ‘ tujuannya apa sih?’

 

Gue harus agak setuju – pornografi memang tidak dimaksudkan untuk konsumsi masal, dan perlu ada usaha untuk menghindari materi tersebut diakses anak-anak di bawah umur. Untuk orang dewasa, ini lebih ke persoalan kontrol diri dan pendirikan – dan media yang bertanggung jawab. Bukannya sebuah undang-undang justru menjaga ini? Kita bahkan gak bisa mengatur motor-motor di jalanan, tapi masa kita mau mengatur baju yang dipakai orang, yang adalah pasal terabsurd dari undang-undang ini? Bukannya mencari cara untuk dapat mengayomi semua orang, malahan melarang semuanya; lebih tidak merepotkan. Gue nggak bilang pornografi itu bener – dan gue ga mau jadi orang munafik juga – tapi kan bisa diatur dengan lebih baik, ketimbang  dianggap seolah-olah usus buntu terinfeksi.

 

Itu kayak ngomong bahwa ‘karena gue nggak bisa mengendalikan nafsu gue, elu perlu berhenti berpakaian seksi atau berbuat yang membangkitkan nafsu’. Sama aja dengan spanduk-spanduk yang gue pernah liat yang mengatakan ‘untuk yang berpuasa, selamat berpuasa. Untuk yang tidak berpuasa, hargailah yang sedang berpuasa’ – yang menurut gue egois dan hanya berpikir dari satu sisi aja. Kapan dong kita sebagai Muslim menghargai orang lain? Konon katanya kita nggak bisa mengucapkan Selamat Natal. Gue nggak melihat alasan kenapa kita harus berpikir kita lebih baik dari orang lain – terutama karena kasus-kasus seperti ini justru menunjukkan sebaliknya.

 

Lagi-lagi orang-orang yang seharusnya lebih tahu dari kita, dan lebih pintar dari kita – seperti temen-temen di DPR/MPR – telah menunjukkan sebaliknya. Kancah politik malah memperbodoh bangsa – dan undang-undang pornografi adalah sebuah gerakan politis, dan bukan moral, yang membuatnya sesuatu yang bodoh – dan di saat moral harusnya mengenai pengertian, politik memaksa moral menjadi isu polisi pikiran.

 

Gimana caranya kita mau keluar dari lubang dan bergabung dengan masyarakat dunia, kalau politisi kita malah menarik kita makin dalam? 

Friday, February 17, 2006

Hari Ini, Dan Bukan Cuma Hari Ini

Matahari dan bulan berlalu bergantian beralihan
Namun aku hanya bisa duduk di sini

memikirkanmu -
dan merindukanmu

dan berpikir, mengapa cintaku menjadi racun

Tuesday, February 07, 2006

Terjepit

Kondisi paling menyebalkan terjadi apabila keadaan sekitar kita, entah itu kebijakan dari atasan, keadaan pasar, profesionalitas, ataupun norma, menjepit kita hingga kita hanya dapat melakukan sedikit; kita tidak bisa bekerja dan berkarya seoptimal yang diinginkan. Sejumlah hal yang seharusnya bisa dilakukan menjadi hanya setengah dari potensi yang diharapkan.
Ada orang yang akan merasa jengah dan berusaha keluar dari kondisi ini, ada juga orang yang mencoba belajar hidup dengan kondisi tersebut dan berusaha tidak memikirkannya.

Alhasil, timbullah salah satu pelajaran terberat dari kedewasaan: menciptakan sebuah keseimbangan harmonis antara idealisme dan dunia nyata.

Monday, January 30, 2006

Hari Kejepit

Karena hari ini adalah hari biasa yang terjepit antara akhir pekan dan Tahun Baru Hijriyah (yang merupakan libur nasional), entah kenapa kantorku meliburkan semua orang hari ini.

Jadilah, jam segini aku masih di rumah, sedang chatting dan net surfing yang tak terlalu penting...
Hari ini mau ke mana ya?

Sunday, January 29, 2006

Rumah Baru

Hari ini, "Sebutir Pikiran Untuk Usaha Bahasa" menempati rumah baru, pindah dari lokasi lama yang sudah agak cenderung tidak menyenangkan dan menyimpan beberapa kenangan pahit.

Moga-moga perpindahan ini membawa hikmah yang lain...

Wednesday, January 18, 2006

Air Tanah

sungai-sungai mengalir bawah tanah di bawah permukaan
sedikit dan terkadang airnya muncul ke permukaan
permukaan pun pecah.

airnya harus dibuang, nih... bagaimana caranya?

Tuesday, January 10, 2006

Bukan Diriku

setelah kupahami aku bukan yang terbaik
yang ada di hatimu
tak dapat kusangsikan
ternyata dirinyalah yang mengerti kamu
bukanlah diriku...

kini maafkanlah aku
bila aku menjadi bisu kepada dirimu
bukan santunku terbungkam
hanya hatiku berbatas 'tuk mengerti kamu
maafkanlah aku

walu ku masih mencintaimu
ku harus meninggalkanmu
ku harus melupakanmu
meski hatiku menyayangimu
nurani membutuhkanmu
ku harus merelakanmu

dan hanyalah dirimu
yang mampu memahamiku
yang dapat mengerti aku

ternyata dirinyalah
yang sanggup menyanjungmu
yang ramah menyentuhmu
bukanlah diriku...

[SamSonS]